Hutang Rentenir Menumpuk, Ibu Muda di Gunungkidul Nekat Gantung Diri

 



Gunungkidul || kilasnusantara7.com - Dini hari warga Kwarasan, Kedungkeris, Nglipar, Gunungkidul dihebohkan dengan kejadian gantung diri seorang ibu rumah tangga berinisial VL (34), Senin (16/2/2026). Kejadian itu terjadi setelah beberapa hari terakhir korban sering didatangi orang ke rumahnya dengan tujuan menagih hutang. 


Kapolsek Nglipar, AKP Aris Sugiyanto mengatakan kejadian bermula saat VL masuk ke kamar mandi sekitar pukul 04.30 WIB. Tak berselang lama orang tua korban mengetuk pintu kamar mandi dalam posisi terkunci, namun tidak ada jawaban dari VL dan orang tua korban menuju ke dapur.


Lebih lanjut, setelah 15 menit kemudian, VL tak kunjung keluar dari kamar mandi akhirnya orang tua merasa curiga. Pada saat itu orang tua korban langsung mendobrak pintu, melihat VL sudah pada posisi tergantung.


"VL menggantung di bawah kayu usuk dengan menggunakan tali tampar berwarna kuning." jelas Aris Sugiyanto.


Mengetahui hal itu, ibu korban berteriak histeris hingga warga berkerumun menuju lokasi TKP. Suami korban AS mencoba menolong VL akan tetapi korban sudah tak bernyawa.

Sekitar pukul 05.00 WIB, anggota Polsek Nglipar bersama tim medis Puskesmas Nglipar 1 menuju lokasi kejadian untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan lebih lanjut.


"Dari hasil pemeriksaan tidak didapati tanda - tanda penganiayaan, VL dinyatakan meninggal murni karena gantung diri, tidak ada unsur kekerasan yang lain." ungkapnya.


Keterangan lebih lanjut, dari pengakuan AS (suami korban) dan beberapa tetangga rumah bahwa VL sering berkeluh kesah perihal hutang banyak pada rentenir.


"Beberapa hari terakhir rumah VL sering didatangi orang dengan tujuan menagih hutang. Hampir setiap hari ada yang ke rumah, sampai - sampai VL tidak berani berada di rumahnya sendiri." ungkap AR tetangga korban.


Kepolisian menghimbau kepada masyarakat agar tidak melakukan pinjaman ke rentenir, dikarenakan hal tersebut berdampak buruk kepada kehidupan peminjam. Bila terjadi kekerasan ataupun intimidasi untuk segera melaporkan hal tersebut kepada kepolisian setempat. 


(Redaksi/Zull)

Post a Comment

Lebih baru Lebih lama